SMK Telkom Bandung, Sekolah yang Membanggakan dengan Kelulusan 100% Peserta Didiknya

Bagikan

Bandung – Kamis, 4 Mei 2023 lalu, telah dilaksanakan rapat pleno kelulusan untuk peserta didik Kelas XII Angkatan VIII SMK Telkom Bandung. Rapat pleno yang dihadiri oleh 47 guru ini dilaksanakan pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di ruang aula SMK Telkom Bandung. Rapat ini dipimpin oleh Kepala SMK Telkom Bandung, Rosyanto M.Pd., didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Fajar Nugraha, M.T., Kepala Urusan Pengembangan Kurikulum Silabus Materi (KurSilMat) Wahyu Windiastomo, S.Pd serta diikuti oleh seluruh guru yang mengajar di kelas X, XI, dan XII.

Rapat pleno ini, dilaksanakan setelah peserta didik menyelesaikan Ujian Sekolah (US) teori dan Ujian praktik. Mata pelajaran yang diujikan terdiri atas mata pelajaran muatan lokal, muatan wilayah, muatan nasional, dan produktif. Rangkaian ujian dilakukan sejak Februari 2023. Ujian dilakukan dengan metode offline secara langsung di kampus SMK Telkom Bandung. Antusiasme peserta didik dalam menghadapi ujian ini sangat baik, dibuktikan para peserta didik hadir melaksanakan ujian dengan tertib dan tepat waktu.

rapat kelulusan peserta didik smk telkom bandung
Rapat Pleno Kelulusan angkatan VIII

Adapun kriteria kelulusan yang harus dicapai adalah berkelakuan baik, nilai rapor semester 1 hingga 6 memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), dan sudah melaksanakan seluruh rangkaian ujian dengan nilai tuntas. Berdasarkan rapat pleno yang sudah dilaksanakan dan melihat kriteria kelulusan yang sudah ditetapkan, Kepala SMK Telkom Bandung memutuskan 302 peserta didik Angkatan VIII lulus 100 %. Pengumuman kelulusan disampaikan secara online pada Jumat, 5 Mei 2023 melalui website SMK Telkom Bandung. SMK Telkom Bandung berharap lulusan Angkatan VIII bisa melanjutkan langkahnya di masa depan yang gemilang sesuai dengan minat dan bakatnya.

SMK Telkom Bandung mengimbau agar peserta didik tidak merayakan kelulusan dengan berkumpul di sekolah, corat – coret, konvoi, menggunakan kembang api, NAPZA serta kegiatan huru-hara lainnya yang mengganggu ketenangan masyarakat dan lingkungan, serta merugikan diri sendiri, orang tua, dan institusi.