Preaload Image

Skill Development Day: Bagaimana caranya mendirikan sebuah Start-Up?

sdd

Bandung – Seperti acara rutin sebelum-sebelumnya, salah satu agenda rutin unggulan yang dilaksanakan oleh SMK Telkom Bandung, yaitu SDD (Skill Development Day) dilakukan. Kegiatan yang dilaksanakan sepekan sekali, setiap hari , ini merupakan salah satu acara khas yang dilakukan oleh SMK Telkom Bandung. Acara ini diikuti oleh seluruh civitas akademik SMK Telkom Bandung, baik siswa maupun guru. Acara ini dibuat dengan tujuan untuk memperkaya materi yang didapatkan oleh seluruh warga sekolah, khususnya siswa. Dengan begitu, kemampuan atau skill yang dimiliki siswa akan bertambah, khususnya keterampilan yang berkaitan dengan program studi atau cakupan kerja yang sesuai dengan program studi yang dipelajari.

Untuk SDD kali ini, Jumat (12/11), tema yang diangkat dan dibahas adalah Cara Merintis Start-Up bagi Pemula. Materi pada kali ini disampaikan oleh dua pemateri dari Institut Teknologi Telkom (ITT) Purwokerto. Kedua pemateri tersebut selain aktif di ITT Purwokerto juga memiliki start-up masing-masing. Pemateri pertama adalah Sigit Pramono, S.T., M.T. selaku founder start-up Egrotek. Sementara pemateri kedua adalah Ariq Cahya Wardhana, S. Kom., M. Kom. Selaku founder start-up Sekola, Cloud. Materi kali ini sangat tepat dan relevan untuk siswa saat ini, khususnya siswa SMK. Mengingat beberapa tahun terakhir, perkembangan usaha start-up mengalami kemajuan sangat pesat.

SDD Bagaimana caranya mendirikan sebuah Start-Up
SDD Bagaimana caranya mendirikan sebuah Start-Up

Pada pertemuan kali ini, kedua pemateri tersebut memberi materi dan tips bagaimana caranya membangun sebuah perusahaan start-up. Untuk mendirikan sebuah perusahaan start-up, tidak hanya membutuh ide yang brilian atau cemerlang. Akan tetapi, ide tersebut juga harus dieksekusi dengan baik, sehingga bisa dikembangan dan bermanfaat bagi semua kalangan. Inovasi juga sangat diperlukan dalam mendirikan sebuah perusahaan start-up. Ide yang mungkin biasa dan lumrah bisa menjadi menarik jika dieksekusi secara tepat dan bisa digunakan oleh orang lain. Selain itu, pada pertemuan kali ini, dibahas juga bahwa untuk mendirikan start-up tidak hanya dari ide dan eksekusinya, tapi juga dari pengembangan hingga manajemen pendanaan sebuah perusahaan start-up.

Melalui materi ini, diharapkan siswa bisa lebih bersemangat untuk mengembangan dirinya. Selain itu, melalui materi ini, siswa bisa mendapat opsi tambahan tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus dari SMK. Bahkan sebenarnya, mendirikan perusahaan start-up bisa juga dilakukan ketika siswa masih berstatus pelajar SMK. Selain melanjutkan ke perguruan tinggi dan bekerja di perusahaan, mendirikan atau mengembangkan perusahaan rintisan atau start up bisa menjadi salah satu pilihan yang bisa dilakukan oleh lulusan SMK.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *