Preaload Image

Rangkuman Kajian Online “Manajemen Syukur dan Sabar di Masa Pandemi” Bersama Aa Gym

4 Kunci Kebahagiaan Hidup

Setiap manusia pasti menginginkan kebahagiaan di sepanjang hidupnya. Dengan memiliki 4 kunci ini, maka insyaa Allah hidup kita akan lebih bahagia, sifat kita akan mulia, dan kita akan mempunyai bekal sampai akhirat nanti.

  1. Ikhlas

Berbuat baik tanpa adanya keikhlasan diibaratkan seperti jasad tanpa nyawa (tiada artinya). Banyak orang berbuat baik, tetapi tidak merasa bahagia karena tidak ada ikhlas di dalam hati mereka. Namun, ketika kita berbuat baik kemudian hati kita ikhlas, maka itulah yang akan membuat kita bahagia.

            Ketika hati kita merasa resah setelah berbuat baik, maka itu tanda bahwa hati kita belum ikhlas, perbuatan baik kita hanya karena mengharapkan pujian dari manusia, bukan hanya karena Allah. Padahal Allah hanya melihat apa yang ada di dalam hati kita. Seperti disebutkan dalam hadits;

Innallaaha laa yanzhuru ilaa shuwaarikum wa amwaalikum wa lakin yanzhuru ilaa quluubikum wa a’maalikum.

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim)

  1. Taubat

Setiap kita tidak pernah lepas dari berbuat salah, karena kita adalah manusa, bukan malaikat. Maka perbanyaklah taubat dengan beristighfar, karena Allah sangat menyukai. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

            … Innallaaha yuhibbuttawwaabiina wa yuhibbul mutathahhiriin

Artinya: “… Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S Al-Baqarah [2]: 222)

Dari istighfar ini, kita juga bisa memperoleh tiga hal:

  1. Hati menjadi lapang. Sebagai manusia, tentu saja kita pernah merasakan galau, gelisah, kesal, marah, dan lainnya yang mengusik ketenangan hati. Maka dengan istgihfar, semua perasaan gundah akan hilang berguguran.
  2. Diberikan jalan keluar dari berbagai permasalahan. Ketika kita sedang ditimpa banyak permasalahan, maka istighfarlah yang akan membantu kita untuk menemukan jalan keluarnya.
  3. Diberikan rezeki yang tak terduga. Sebagaimana Syekh Al-Bashri ketika ada seseorang yang datang kepadanya dan berkata, “Kami sedang dilanda kekeringan yang sudah cukup lama. Adakah amalan yang bisa menurunnkan hujan?” lalu Syekh menjawab, “Amalan tersebut adalah istighfar.

Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Nuh [71] ayat 10-12, yang artinya: “Maka, aku katakana kepada mereka, ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun’. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit atas kalian. Dan, Dia akan melipatgandakan harta dan anak-anak kalian, mengadakan kebun-kebun atas kalian, serta mengadakan sungai-sungai untuk kalian.”

  1. Syukur

Setiap kita pasti diberikan karunia oleh Allah, tetapi banyak dari kita yang tidak bisa menikmatinya karena tidak bersyukur. Padahal dengan bersyukur, maka Allah akan menambahkan kenikmatan yang ada pada kita. Berikut 5 rahasia syukur, yaitu:

  1. Meyakini bahwa segala sesuatu yang datang itu dari Allah, maka apapun yang kita inginkan mintalah kepada Allah.
  2. Membasahi lisan dengan memuji sifat-sifat Allah.
  3. Berterimakasih kepada wasilah yang menjadi nikmat. Seperti halnya orang tua yang menjadi wasilah kehadiran kita di dunia. Maka, cara yang tepat untuk mensyukurinya adalah berbakti kepada keduanya.
  4. Gunakanlah nikmat yang ada untuk mendekat kepada Allah. Seperti nikmat dari adanya mata adalah bisa melihat, maka gunakanlah mata kita untuk membaca Al-Qur’an. Jika kita mempunyai harta yang banyak, maka gunakanlah sebagian harta kita untuk sedekah sebagai bentuk dari rasa syukur.
  5. Menampakkan Karunia Allah. Seperti Allah yang menghendaki manusia rasa lapar agar manusia bisa merasakan nikmatnya makan.
  1. Sabar

Sabar adalah mengendalikan diri atau mengendalikan emosi. Selama nafas masih dikandung badan, maka kita tidak akan pernah lepas dari ujian atau permasalahan. Tetapi, semua itu akan bisa terlewati jika kita bisa melewatinya dengan penuh kesabaran.

Kajian Online dilanjutkan dengan sesi pertanyaan, sebagai berikut:

  1. Mana yang lebih afdhal antara orang kaya yang bersyukur atas kekayaannya dan memanfaatkannya untuk kebaikan, atau orang miskin yang bersabar?

Jawaban:

Keduanya sama-sama baik, karena mempunyai kuncinya masing-masing. Orang kaya yang bersyukur, dan orang miskin yang bersabar. Tetapi orang kaya juga harus sabar, karena diuji dengan kekayaan itu lebih berat. Mengapa ujiannya lebih berat? Karena kekayaannya bisa membuat ia sombong, lebih mudah bermaksiat, dan membeli banyak barang yang bisa memberatkan hisabannya kelak di akhirat.

  1. Bagaimana cara yang tepat dan efektif untuk mengecek rasa syukur?

Jawaban:

Ketika syukur kita sudah sesuai dengan porsinya, maka hati kita akan diberikan kenyamanan dan ketenangan oleh Allah. Begitupun sebaliknya, jika hati kita merasa tidak nyaman dan tidak tenang, maka artinya kita kurang bersyukur dan istighfar.

  1. Di masa pandemic ini, jujur emosional guru, siswa, dan orang tua semuanya sedang meningkat, kemudian berdampak kepada pembelajaran. Maka, untuk menyikapi masa pandemic ini, hal apa yang paling urgensi untuk kita sebagai muslim?

Jawaban:

Kita harus ridha dengan apa yang sedang terjadi karena ini adalah bagian dari semua ketentuan-Nya. Semua yang terjadi akan menjadi baik jika kita bisa menyikapinya dengan baik. Begitu pula dengan wabah yang sedang terjadi sekarang. Secara akademik, mungkin pandemic menghambat proses pembelajaran, tapi belajar tidak hanya tentang akademik. Dengan adanya pandemic dan mengharuskan kita belajar di rumah membuat orang tua memiliki waktu lebih banyak bersama anaknya, membuat kita belajar sabar, belajar memecahkan masalah, dan masih banyak lagi pelajaran kehidupan lainnya. Yang paling utamanya adalah membuat kita belajar tentang kasih sayang bersama keluarga.

  1. Bagaimana caranya mengajarkan anak didik kita supaya mereka mau bersabar atas pandemic ini? Sebab ketika pandemic seperti ini, banyak anak-anak yang sering bertanya, “Bu, kapan kita sekolah lagi?” dan terkadang ada orang tua yang sibuk karena pekerjaan akhirnya keteteran karena anak-anaknya mengalami kesulitan dalam belajar.

Jawaban:

Nikmati saja apa yang sedang terjadi, karena di dunia ini tidak bisa serba sempurna. Namun sebisa mungkin kita harus menghindari konflik dengan anak-anak. Ketika mereka sedang merasa tertekan dengan keadaan sekarang, jangan sampai kita membuat mereka tegang, buatlah suasana yang santai bersama mereka. Kemudian buatlah diri menjadi lebih dekat dengan Allah, agar hati kita menjadi lebih tenang.

Bagian Artikel Ini

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *