Preaload Image

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dalam Pandangan Islam

IPTEK Dalam Pandangan Islam

Tidak bisa diragukan lagi bahwa seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi mampu membawa perubahan besar terhadap dunia, termasuk terhadap sebuah peradaban. Lalu, bagaimana pandangan Islam terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi?

Banyak dari kita yang belum menyadari, bahwa Allah telah memerintahkan umat Islam untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi jauh sebelum teknologi itu diciptakan. Bisa kita lihat dari firman-Nya sebagai berikut:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”) Q.S Al-Alaq [96]: ayat 1-5)

Surat Al-Alaq ayat 1-5 ini merupakan wahyu pertama dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW, dan isi dari wahyu pertama itu adalah perintah untuk membaca. Namun maksud membaca disini bukan membaca tulisan, karena tidak mungkin Nabi Muhammad SAW membaca tulisan sedangkan ia adalah seorang yang ummiy (tidak bisa membaca tulisan).

Kemudian, apa maksud dari membaca yang ada pada ayat pertama surat Al-Alaq?

Maksud dari membaca disini adalah membaca realitas alam dan realitas manusia. Maka, perintah membaca disini adalah perintah mengamati atau meneliti realitas yang ada di alam semesta seperti budaya, ritual, adat istiadat, ekonomi, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi, serta realitas yang lainnya. Sehingga ketika kita sudah mengamati dan meneliti, maka akan menghasilkan ilmu pengetahuan, dan pada akhirnya kita akan memahami realitas-realitas tersebut.

Allah menurunkan wahyu ini paling pertama karena wahyu ini memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Selain dari surat Al-Alaq, ada juga dari surat yang lainnya. Sebagai berikut:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Q.S Al-Baqarah [2]: ayat 164)

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Q.S Al-Jatsiyah [45]: ayat 13)

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (Q.S Ar-Rum [30]: ayat 22)

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Artinya: “Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Q.S Al-An’am [6]: ayat 97)

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Q.S Yunus [10]: ayat 5)

Serta masih banyak lagi ayat-ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam beberapa ayat di atas, pada bagian awal ayat Allah menjelaskan realitas-realitas yang ada di alam semesta, lalu di akhir ayat Allah mengakhirinya dengan kalimat “Sungguh terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang menggunakan akalnya untuk berpikir (mengetahui).”

Maka secara tidak langsung, Allah juga memerintahkan kita untuk mengamati dan meneliti dengan menggunakan akal kita agar mampu memahami ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tapi, kenapa Allah memerintahkan kita untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi?

Pertama, karena dengan mempelajarinya kita akan semakin menyadari bahwa kebesaran Allah itu ada. Misalnya pada penciptaan langit dan bumi, adanya siang dan malam, berlayarnya perahu, turunnya air hujan dan menghidupkan tanah yang sudah mati, adanya perbedaan bahasa, perbedaan kulit, dan masih banyak lagi realitas yang lainnya.

Kedua, karena tujuan manusia diciptakan itu adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sedangkan tugas khalifah di muka bumi adalah untuk menciptakan kemakmuran dan membangun kembali keseimbangan alam yang sudah Allah tegakkan. Sebagai pemakmur bumi, manusia akan dipertemukan dengan berbagai masalah, dan untuk menyelesaikan masalah tersebut tentunya kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena kita tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut hanya dengan ilmu agama saja, maka inilah alasannya mengapa Allah memerintahkan kita untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi, kita bisa mewujudkan Islam yang rahmatan lil’alamiin atau yang menjadi rahmat bagi alam semesta.

Apakah ilmu pengetahuan dan teknologi bisa memajukan peradaban?

Perlu kita ketahui, pada zaman khalifah Abbasiyah, banyak illmuwan-ilmuwan yang lahir dari umat Islam seperti Al-Khawarizmi yang menemukan angka 0, Ibnu Sina yang menemukan alat-alat medis dan menjadi acuan medis di dunia, Al-Farabi yang merupakan bapak kedua ilmu logika dan filsafat, Ibnu Khaldun sebagai Bapak Sosiologi Islam, dan masih banyak lagi ilmuwan muslim yang lainnya. Ilmuwan-ilmuwan ini tidak hanya mempunyai kecerdasan intelektual (IQ), tapi juga mempunyai kecerdasan emosi (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).

Dengan demikian, cara untuk memajukan peradaban adalah dengan banyak menciptakan agen perubahan atau ilmuwan yang mempunyai tiga aspek, yaitu IQ, EQ, dan SQ.

Bagaimana tahapan IPTEK bisa memajukan peradaban?                   

Dengan mendidik generasi muda untuk mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi, lalu mereka akan beranjak dewasa dan menjadi ilmuwan. Nah ilmuwan ini adalah penggerak atau agen of change yang mampu memajukan suatu peradaban.

Apa kolerasi antara IPTEK dan Islam?

Hal ini terdapat dalam Q.S Al-Anbiya ayat 80, Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

Berdasarkan tafsirnya, Islam menganjurkan kita untuk menciptakan atau membuat alat yang dapat memudahkan pekerjaan kita, dan itulah teknologi. Teknologi memang memiliki dua sisi, ia bisa bermanfaat apabila digunakan dengan tujuan yang baik, seperti meningkatkan akses terhadap informasi keagamaan, sebagai acuan untuk waktu ibadah, memudahkan cara untuk beramal kepada sesama, sebagai penyedia konten ceramah video keagamaan, dan yang paling penting kita generasi muslim sebagai Agen of Change untuk menyebarkan dakwah dan syiar-syiar agama melalui sosial media dan website. Teknologi juga bisa menjadi musuh apabila digunakan dengan tujuan yang tidak baik, seperti menyebarkan hoax dan menonton tontonan yang tidak baik.

Inilah saatnya, kita sebagai generasi muslim untuk memanfaatkan teknologi dengan baik agar bisa bermanfaat untuk umat dan agama. Kalau bisa, kita jangan hanya memanfaatkan saja, tapi juga mulai berkreasi untuk menciptakan teknologi baru yang mampu memajukan peradaban Islam.

Maka, mari kita jungjung tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi, karena peradaban yang maju dimiliki oleh orang-orang yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagian Artikel Ini

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *