Preaload Image

FOKATELA 7.0 “Cinta Tak Pernah Sia Sia” SMK Telkom Bandung

Para Pelajar Indonesia di Turky. [TRANSINDONESIA.CO/Dokumen Daduk Merdika Mansur]

TRANSINDONESIA.CO – Sejarah telah mengajarkan kepada kita tentang bagaimana sebuah bangsa bias maju dan berperan besar dalam peradaban dikarenakan kemajuan akademiknya. Hal ini dikarenakan maju tidaknya sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas manusianya.

Negara Turky yang terletak diantara Asia dan Eropa sudah mampu membangun industry manufakturnya, mesin jet pesawat, mobil, alat tes untuk COVID-19 telah mampu diproduksi secara mandiri. Hal ini memang dihasilkan dari kualitas pendidikan yang tinggi.Putra saya yang lagi study di Turky bercerita harus lolos nilai bahasa yang ditempuh dalam 2 tahun dan setelah itu baru bisa mengikuti perkuliahan. Pada saat ujian akhir semester juga soal-soal fisika memiliki bobot yang tinggi dengan tipe case study.

Baca Juga: https://smktelkom-bdg.sch.id/2020/03/elementor-10398/

Negeri Sakura Japan setelah luluh lantak di bom atom begitu cepat bisa bangkit diawali dengan membangun system pendidikannya. Kaisar menggerakkan semua guru yang masih hidup untuk bangkit membangun negeri melalui pendidikan yang berkualitas.

Putra saya yang nomor 2 lagi study di Japan bercerita bahwa kualitas dan kedisiplinan dalam study di Japan tidak bisa ditawar. Maka wajar jika Japan menguasai perdagangan dunia dan teknologi modern.Sekarang kita menengok negeri kita sendiri ‘negeri seribu pulau  yang kaya dengan kekayaan alam’. Sudah merdeka 74 tahun NKRI belum menampakan perkembangan yang berarti. Negeri kaya raya ini selalu berada diurutan belakang dalam prestasi, hampir semua kebutuhan hidupnya di import. Perilaku masyarakatnya juga jauh dari kualitas masyarakat modern.

Baca  Juga: https://smktelkom-bdg.sch.id/2019/11/smk-telkom-bandung-panen-lulusan-cumlaude/

Kita bisa melihat fakta empiris di lapangan bagaimana penanganan pandemi Covid-19. Terjadi ketidak kompakan antar pejabat Negara dalam membuat kebijakan. Pemerintah seperti gagap dalam bertindak karena benar-benar tidak siap dengan kondisi merebaknya wabah pandemi COVID-19.

Dua pelajar Indonesia asal Kota Bandung, Jawa Barat, di Jepang. [TRANSINDONESIA.CO/Dokumen Daduk Merdika Mansur]

Salah satu kunci penting dalam memajukan bangsa adalah dengan memajukan kualitas SDM nya. Bagian paling penting dalam mendongkrak kualitas SDM adalah tingginya kualitas pendidikan.

Namun sampai dengan hari ini pendidikan Nasional masih berjalan ditempat. Masih belum tahu betul model apa yang tepat untuk dipilih dijadikan metode dalam pembelajaran. Bagaimana cara mengembangkan skill dan kompetensi pelajar dan mahasiswa.

Sistem pendidikan masih terkungkung dalam kesibukan administrasi yang melelahkan para guru. Guru-guru yang dihasilkan oleh universitas pendidikan juga belum memiliki konsep dan perilaku memecahkan masalah. Praktis semua masih berada pada tataran teori dan text book.

Baca Juga: https://smktelkom-bdg.sch.id/2020/04/puasa-dan-tarawih-di-tengah-wabah-coronasemua-normal-kecuali/

Pembangunan SDM secara Nasional akan bisa terwujud jika system Pendidikan Nasionalnya memiliki ketepatan metode dan komitmen dalam mengawal agenda peningkatan kualitas SDM. Lembaga pendidikan harus segera memulai membangun SDM melalui tahapan mengupgrade “logika, rasa dan energy siswa-siswinya”.

Energy yang besar millenial ini akan menjadi bahan bakar untuk terciptanya karya-karya besar terutama dalam industry kreatif. Kegairahan membangun inkubasi bisnis akan meningkat, kemampuan daya saingnya menanjak secara exponential.

Akan semakin banyak manusia Indonesia yang mandiri dan tidak lagi bergantung kepada Negara dalam mencari lapangan kerja. Bahkan akan tercetak jutaan kerja oleh kekuatan baru generasi intelektual millenial dengan experyise yang tinggi.

[Penulis : DR. Daduk Merdika Mansur – Kepala Sekolah SMK Telkom Bandung dan Konsultan Pendidikan]

Sumber: https://transindonesia.co/2020/04/bangkitlah-negeriku-cetaklah-sejarah-baru/

Bagian Artikel Ini

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *